Monday, March 16, 2020

Ketika Tiket menuju CGK bisa kurubah menuju LOP

April 2015,

Entah apa yang ada di pikiranku saat itu, yang ada di benakku hanya Jakarta, Jakarta dan Jakarta. Aku ingin menyusulnya ke Jakarta. Tentu, waktuku terbatas, pun financialku juga terbatas.
Papa memberiku uang untuk menyusulnya ke Jakarta, bersama adik perempuanku kami pergi kesana.
Cuti kerja yang terbatas, tak bisa membebaskanku berlama-lama di Jakarta.

Aku menunggunya disana, berharap ada kabar bahwa dia akan pulang, kembali ke Jakarta, lalu kami bisa berbicara panjang lebar seperti dahulu, di Seven Eleven tahun 2013 lalu.

Allah berkata lain, ikhtiar masing-masing dari kami yang berbatas waktu.

Oh iya, aku lupa belum menceritakan tentang kunjungannya ke Malang, kota kelahiranku, hingga dia singgah ke Pasuruan, dimana aku harus bekerja penuh waktu disana.